Senin, 25 November 2019

Fungsi Manipulasi String

DASAR TEORI

A. Fungsi Manipulasi String
C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan manipulasi
string.

1. Fungsi strcat()

 Fungsi ini digunakan untuk menambah string sumber ke bagian akhir dari string
tujuan. File header yang digunakan adalah string.h dan ctype.h. Bentuk penulisan :

strcat(tujuan, sumber);

2. Fungsi strcmp()

Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua.
Hasil dari fungsi ini bertipe data integer. File header yang digunakan adalah string.h.
Bentuk penulisan :

var_int = strcmp(str1, str2);

3. Fungsi strcpy()

Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke variabel string tujuan dengan
syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan ukuran yang sama dengan string asal.
File header yang digunakan adalah string.h. Bentuk penulisan :

strcpy(tujuan, asal);

4. Fungsi strlen()

Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string. File
header yang digunakan adalah string.h. Bentuk penulisan :

strlen(str);

5. Fungsi strrev()

Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string. Paling akhir
dipindahkan ke urutan paling depan dan seterusnya. File header yang digunakan adalah
string.h. Bentuk penulisan :

strrev(str);


B. Fungsi Konversi String
C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konversi
string.

1. Fungsi atof()

Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik float. File header yang harus disertakan adalah math.h.

2. Fungsi atoi()

Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik integer. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h.
3. Fungsi atol()

Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik long integer. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h.

4. Fungsi strlwr()

Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital dalam string menjadi
huruf kecil. File header yang harus disertakan adalah string.h. Bentuk penulisan :

strlwr(str);

5. Fungsi strupr()

Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital dalam string menjadi
huruf kapital. File header yang harus disertakan adalah string.h. Bentuk penulisan :

strupr(str);

Senin, 18 November 2019

Array

BAB VIII ARRAY dan

STRING





7.1 Array

   Ilustrasi

 Selama ini kita menggunakan satu variabel untuk menyimpan 1 buah nilai dengantipe data tertentu.   Misalnya :int a1, a2, a3, a4, a5;
           Deklarasi variabel diatas digunakan untuk menyimpan 5 data integer dimana masing masing variabel       diberi  nama a1, a2, a3, a4, dan a5.

 Jika kita memiliki 10 data, 100 data integer bahkan mungkin data yang inginkita proses tidak kita ketahui atau bersifat dinamis? Kita tidak mungkin menggunakan variabel seperti diatas
Di dalam C dan pemrograman yang lain, terdapat suatu fasilitas untuk menyimpandata-data yang bertipe data sama dengan suatu nama tertentu.
Solusi?? Æ Array





                   Array merupakan kumpulan dari nilai-nilai data yang bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama yang sama. Dengan menggunakan array, sejumlah variabel dapat memakai nama yang sama. Letak atau posisi dari elemen array ditunjukkan oleh suatu index. Dilihat dari dimensinya array dapat dibagi menjadi Array dimensi satu, array dimensi dua dan array multi-dimensi.


Bentuk Umum pendeklarasian array :




                        Tipe - Data Nama_Variabel [Ukuran]





Contoh :

int nil[5];


Nilai suatu variabel array dapat juga diinisialisasi secara langsung pada saat deklarasi, misalnya:



int nil[5] = { 1,3,6,12,24 };



Maka di penyimpanan ke dalam array dapat digambarkan sebagai berikut:


                     0                        1                          2                                 3                           4


 nill

 1

3

6

 12

 24



Mengakses nilai array

Untuk mengakses nilai yang terdapat dalam array, mempergunakan sintak:



nama_array[index];



Pada contoh di atas, variabel nil memiliki 5 buah elemen yang masing-masing berisi data. Pengaksesan tiap-tiap elemen data adalah:



                         nil[0]                  nil[1]                            nil[2]                        nil[3]                       nil[4]

 nill















Misal, untuk memberikan nilai 75 pada elemen ke 3, maka pernyataannya adalah:



nil[2] = 75;



atau jika akan memberikan nilai array kepada sebuah variabel a, dapat ditulis:



a = nil[2];





Contoh Penerapan:

Misalkan kita memiliki sekumpulan data ujian seorang siswa, ujian pertama bernilai 90, kemudian 95,78,85. Sekarang kita ingin menyusunnya sebagai suatu data kumpulan ujian seorang siswa. Dalam array kita menyusunnya sebagai berikut:


     ujian[0] = 90;

     ujian[1] = 95;

     ujian[2] = 78;

     ujian[3] = 85;



     Empat pernyataan diatas memberikan nilai kepada array ujian. Tetapi sebelum kita memberikan nilai kepada array, kita harus mendeklarasikannya terlebih dahulu, yaitu :



int ujian[4];



Perhatikan bahwa nilai 4 yang berada didalam tanda kurung menujukkan jumlah elemen larik, bukan menunjukkan elemen larik yang ke-4. Jadi elemen larik ujian dimulai dari angka 0 sampai 3. Pemrogram juga dapat menginisialisasi larik sekaligus mendeklarasikannya, sebagai contoh :



int ujian[4] = {90,95,78,85};





Contoh 1

Contoh 2

Contoh 3

Modifikasi program diatas sehingga user dapat menentukan/menginputkan sendiri jumlah dan nilai datanya!



Array Dua Dimensi

Struktur array yang dibahas di atas, mempunyai satu dimensi, sehingga variabelnya disebut dengan variabel array berdimensi satu. Pada bagian ini, ditunjukkan array berdimensi lebih dari satu, yang sering disebut dengan array berdimensi dua.



 Tipe-Data Nama Variabel [index-1][index-2]







Sering kali digambarkan/dianalogikan sebagai sebuah matriks. dimana indeks

pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom.

ILUSTRASI ARRAY 2 DIMENSI

Gambar array berdimensi (baris x kolom = 3 x 4):



                                                    0                              1                                2                             3

 0

 5

 20

1

 11

 1

 4

 7

 67

 -9

 2

 9

0

 45

3

Contoh 4

Contoh 5








           Dan sampai di situ saja pembahasan di minggu ini , apabila ada salah kata dan ucapan di dalam blog saya , saya mohon maaf

terima kasih sudah mampir ke blog saya


sampai jumpa di minggu selanjutnya

bye

Perintah Perulangan 6

PERINTAH PERULANGAN





DASAR TEORI                                                                                                                                 



A. Pernyataan For

Bentuk umum pernyataan for adalah sebagai berikut :



for(inisialisasi; syarat perulangan; pengubah nilai pencacah){

            pernyataan/perintah;

}







Kegunaan dari masing-masing argumen for di atas adalah :

 Inisialisasi : bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabel￾variabel tertentu
 Syarat pengulangan : memegang kontrol terhadap pengulangan, karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan
 Pengubah nilai pencacah : mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah
1. Penyataan Nested For

Pernyataan nested for adalah suatu perulangan for di dalam perulangan for

lainnya. Bentuk umum pernyataan nested for adalah sebagai berikut :



           for(inisialisasi; syarat perulangan; pengubah nilai pencacah){

                 for(inisialisasi; syarat perulangan; pengubah nilai pencacah){

                         pernyataan/perintah;

         }

}









2. Perulangan tidak berhingga

Perulangan tak berhingga merupakan perulangan yang teru mengulang. Hal ini

terjadi karena kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar loop.



B. Pernyataan Go To

Pernyataan go to merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke

pernyataan yang diawali dengan suatu label. Label merupakan suatu pengenal yang

diikuti dengan tanda titik dua (:). Bentuk pemakaian go to adalah sebagai berikut :



 Goto label;








C. Pernyataan while

Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan

perulangan for. Bentuk perulangan while akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut

dipenuhi. Bentuk umum while :



While (syarat) {

         Perintah

   }







D. Pernyataan do – while

Pernyataan perulangan do while merupakan bentuk perulangan yang

melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan

belakangan. Bentuk umum perulangan do – while :





do {

      Perintah

}

   while (syarat);







  E. Pernyataan break

Pernyataan break berfungsi untuk keluar dari struktur switch, selain itu

pernyataan break juga berfungsi untuk keluar dari perulangan. Jika pernyataan break

dikerjakan maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir

dari badan perulangan.



F. Pernyataan continue

Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses)

berikutnya pada loop yang sama. Dengan kata lain, mengembalikan proses yang sedang

dilaksanakan ke awal loop tanpa menjalankan sisa perintah yang ada dalam loop tersebut.





 LANGKAH-LANGKAH PRATIKUM                                                                                               


A.Lat.601.CPP

B.Lat.602.CPP

C.Lat.603.CPP

D.Lat.604.CPP

E.Lat.605.CPP

F.Lat.606.CPP

G.Lat.607.CPP

H.Lat.608.CPP

Dan sampai di situ saja  praktikum di minggu ke 6 dalam blog ini.Dan jika ada kata kata atau penyampaian saya yang kurang baik,saya minta maaf yang sebesar besar nya 🙏🙏🙏

Tugas praktikum 5

Welcome back to my bloggerrr

Kembali lagi ke pada saya

Adellia Maharani Tarigan on blogger

Dan disini saya akan membahas tentang tugas pratikum Di minggu ke 5



Sebelum kita masuk ke tugas alangkah baiknya kita membahas terlebih dahulu tentang OERASI KONDISI

Ok langsung saja ke pembahasan nya




Lets Gooo.....







5

OPERASI KONDISI





DASAR TEORI



Penyataan percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan di antara beberapa pilihan keputusan yang ada.


A. Pernyataan IF

Pernyataan if mempunyai pengertian “jika kondisi bernilai benar, maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. Bentuk umum

perntaan if adalah sebagai berikut :

          if (kondisi)

                   perintah;





 Pernyataan if-else


Pernyataan if-else mempunyai pengertian “jika kondisi bernilai benar, maka perintah 1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah 2”. Bentuk umum perntaan if-else adalah sebagai berikut :

           if (kondisi)

                    Perintah1;

            else

                     Perintah2;





 Pernyataan Nested if


          Nested if merupakan pernyataan if yang berada di dalam pernyataan if yang lain. Bentuk penulisan pernyataan nested if adalah :

          if (kondisi)

                     if (kondisi)

                                 perintah1;

           else

                     perintah2;

            else

                      if (kondisi)

                                      perintah1;

            else

                     perintah2;



Pernyataan if-else majemuk


Bentuk if-else majemuk sebenarnya mirip dengan nested if. Keuntungan penggunaan if-else majemuk dibanding dengan nested if adalah bentuk penulisannya yang lebih sederhana.

         if (kondisi)

                 Perintah;

          else if (kondisi)

                 Perintah;

          else if (kondisi)

                  Perintah;

           else

                   Perintah;





B. Pernyataan Switch Case

Pernyataan switch-case ini memiliki kegunaan yang sama seperti if-else majemuk, tetapi untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. Bentuk penulisan perintah

ini adalah sebagai berikut :

       switch (ekspresi integer atau karakter) {

       case konstanta1

                Perintah;

                Break;

       case konstanta2

                 Perintah;

                 Break;

                   ............

       Default :

                 Perintah





C. Operator ?:

         Operator ?: disebut dengan conditional operator atau operator kondisi, digunakan untuk menyeleksi nilai untuk mendapatkan hasil dari kondisi yang dseleksi. Bentuk

penulisan :

Ekspresi ? perintah1 : perintah2





LANGKAH-LANGKAH PRAKTIKUM



A.  Lat501.CPP

Untuk menentukan besarnya potongan dari pembelian barang yang diberikan, dengan

kriteria :



Jika total pembelian kurang dari Rp. 150.000, maka potongan yang diterima sebesar 5 % dari total pembelian.
 Jika total pembelian lebih dari atau sama dengan Rp. 150.000, maka potongan yang diterima sebesar 20 % dari total pembelian

B.  Lat502.CPP

       Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para salesman dengan ketentuan

sebagai berikut :

 Bila salesman menjual barang hingga Rp. 200.000, maka diberikan uang jasa sebesar Rp. 25.000 ditambah uang komisi 10% dari pendapatan yang diperoleh  hari itu.


 Bila salesman menjual barang di atas Rp. 200.000, maka diberikan uang jasa sebesar Rp. 40.000 ditambah uang komisi 15% dari pendapatan yang diperoleh  hari itu.


 Bila salesman menjual barang di atas atau sama dengan Rp. 500.000, maka diberikan uang jasa sebesar Rp. 60.000 ditambah uang komisi 20% dari  pendapatan yang diperoleh hari itu.

C. Lat503.CPP

Ketentuan program Lat503 sama dengan ketentuan Lat502

D.  Lat504.CPP

Dan sampai di situ saja  praktikum di minggu ke 5 dalam blog ini.Dan jika ada kata kata atau penyampaian saya yang kurang baik,saya minta maaf yang sebesar besar nya 🙏🙏🙏

Senin, 07 Oktober 2019

OPERATOR PADA C++

OPERATOR PADA C++
DASAR TEORI
Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program
untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi, seperti penjumlahan, pengurangan dan
lain-lain. Operator mempunyai sifat sebagai berikut :
a. Unary
Sifat unary pada operator adalah hanya melibatkan sebuah operand pada suatu
operasi aritmatika.
Contoh : -5
b. Binary
Sifat binary pada operator adalah melibatkan dua buah operand pada suatu
operasi aritmatika.
Contoh : 4 + 8
c. Ternary
Sifat ternary pada operator adalah melibatkan tiga buah operand pada suatu
operasi aritmatika.
Contoh : 3 + 2 + 1
A. Operator aritmatika
 Operator Aritmatika
 Operator Unary
B. Operator pemberi nilai aritmatika
Sebelumnya kita sudah mengenal operator pemberi nilai (Assignment Operator),
yaitu tanda =. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai A = A + 1. Namun
dapat disederhanakan menjadi A += 1. Notasi += dikenal dengan operator pemberi nilai
aritmatika. Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatika, diantaranya :
Operator Keterangan
*= Perkalian
/= Pembagian
%= Sisa Pembagian
+= Penjumlahan
-= Pengurangan
C. Operator penambah dan pengurang
A = A + 1 atau A = A – 1 disederhanakan menjadi A +=1 atau A -= 1, masih
dapat disederhanakan lagi menjadi A ++ atau A --. Notasi ++ atau – dapat diletakkan di
depan atau di belakang variabel.
Contoh : A ++ atau ++ A / A – atau –A
Kedua bentuk penulisan notasi ini mempunyai arti yang berbeda :
 jika diletakkan di depan variabel, maka proses penambahan atau pengurangan akan
dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini sehingga
nilai variable tadi akan langsung berubag begitu ekspresi ini ditemukan.
 Jika diletakkan di belakang variable, maka proses penambahan atau pengurangan
akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variable akan tetap pada saat
ekspresi ini ditemukan.
D. Operator Relasi
Operator relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil dari
perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (true) atau 0 (false).
Operator Keterangan
== Sama dengan (bukan pemberi nilai)
!= Tidak sama dengan
> Lebih dari
< Kurang dari
>= Lebih dari sama dengan
<= Kurang dari sama dengan
E. Operator Logika
Operator relasi digunakan menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi
sebuah ungkapan kondisi. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numeric 1
(true) atau 0 (false).
Operator Keterangan
&& Operator logika AND
|| Operator logika OR
! Operator logika NOT
 Operator Logika AND
Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi
relasi. Akan dianggap benar bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai
benar.
 Operator Logika OR
Operator logika OR digunakan dua atau lebih ekspresi relasi. Akan dianggap benar
bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai benar dan bila semua
ekspresi relasi dihubungkan bernilai salah maka akan bernilai salah.
 Operator Logika NOT
Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikan dari ekspresi yang
disebutkan. Jika nilai yang disebutkan bernilai benar maka akan menghasilkan nilai
salah. Begitu pula sebaliknya.
F. Operator Bitwise
Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit.
 Operator Bitwise << (Shift Left)
Operator bitwise shift left digunakan untuk menggeser sejumlah bit ke kiri.
0 1 1 0 0 1 0 0 1 = 201 digeser satu bit ke kiri
1 1 0 0 1 0 0 1 0 = 402
 Operator Bitwise >> (Shift Right)
Operator bitwise shift right digunakan untuk menggeser sejumlah bit ke kanan.
0 1 1 0 0 1 0 0 1 = 201 digeser satu bit ke kanan
0 0 1 1 0 0 1 0 0 = 100
Operator Bitwise & (And)
Operator bitwise & (And) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand.
Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1).
Bit Operand 1 Bit Operand 2 Hasil Operand
0 0 0
0 1 0
1 0 0
1 1 1
Contoh :
1 1 0 0 1 0 0 1 = 201
0 1 1 0 0 1 0 0 = 100
0 1 0 0 0 0 0 0 = 64
 Operator Bitwise | (OR)
Operator bitwise | (OR) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand.
Akan bernilai benar (1) jika salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai
benar (1).
Bit Operand 1 Bit Operand 2 Hasil Operand
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 1
Contoh :
1 1 0 0 1 0 0 1 = 201
0 1 1 0 0 1 0 0 = 100
1 1 1 0 1 1 0 1 = 237
 Operator Bitwise ^ (Exclusive OR)
Operator bitwise ^ (XOR) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand.
Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibandingkan hanya sebuah bernilai
benar (1).
Bit Operand 1 Bit Operand 2 Hasil Operand
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 0
Contoh :
1 1 0 0 1 0 0 1 = 201
0 1 1 0 0 1 0 0 = 100
1 0 1 0 1 1 0 1 = 137
 Operator Bitwise ~ (NOT)
Operator bitwise ~ (NOT) digunakan untuk membalik nilai bit dari suatu operand.
Bit Operand 1 Hasil Operand
0 1
1 0
Contoh :
0 0 0 0 1 = 1
1 1 1 1 0 = 30








Senin, 30 September 2019

FUNGSI MANIPULATOR DASAR TEORI

Praktikum 3 Adellia

FUNGSI MANIPULATOR
DASAR TEORI
Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar. Berikut 
ini adalah beberapa fungsi manipulator :
1. endl
manipulator endl digunakan untuk menyisipkan karakter newline atau pindah 
baris. File header yang disertakan adalah file header iostream.h
2. ends
manipulator ends digunakan untuk menambahkan karakter null (nilai ASCII 
NOL) ke deretan suatu karakter. Fungsi ini akan berguna untuk mengirim 
sejumlah karakter ke file di disk atau modem dan mengakhirinya dengan karakter 
NULL. File header yang harus disertakan adalah file header iostream.h
3. dec, oct dan hex
dec, oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk 
konversi data dalam bentuk desimal, oktal dan heksadesimal. File header yang 
disertakan adalah iomanip.h
4. setprecision()
setprecision() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk 
mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan. File header yang harus 
disertakan adalah iomanip.h
5. setbase()
setbase() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk konversi 
bilangan oktal, desimal dan heksadesimal. File header yang harus disertakan 
adalah iomanip.h
6. setw()
setw() merupakan fungsi manipulator yang digunakan untuk mengatur lebar 
tampilan di layar dari suatu nilai variable. File header yang harus disertakan 
adalah iomanip.h
7. setfill()
setfill() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk menampilkan 
suatu karakter yang diletakkan di depan nilai yang diatur oleh fungsi setw(). File 
header yang harus disertakan adalah iomanip.h
8. setiosflags()
fungsi setiosflags() merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk 
mengatur sejumlah format keluaran data. Fungsi ini biasa ada pada fungsi cout(). 
File header yang harus disertakan adalah iomanip.h.
ada beberapa format keluaran untuk fungsi setiosflags(), antara lain :
a. Tanda format perataan kiri dan kanan
Ada dua buah tanda format yang digunakan untuk perataan kiri dan kanan. 
Pengaturan lebar variable untuk rata kiri dan kanan dilakukan melalui fungsi 
setw().
 ios::left digunakan untuk mengatur perataan sebelah kiri
 ios::right digunakan untuk mengatur perataan sebelah kanan
b. Tanda format keluaran notasi konversi
 ios::scientific digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi 
eksponensial
 ios::fixed digunakan untuk mengatur keluaran dalam bentuk notasi 
desimal
c. Tanda format konversi dec, oct dan hex
 ios::dec digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi desimal
 ios::oct digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi oktal
 ios::hex digunakan untuk mengatur keluaran dalam konversi hexadesimal

d. Tanda format manipulasi huruf heksadesimal
Untuk keperluan memanipulasi atau mengubah huruf pada notasi 
heksadesimal adalah dengan menggunakan tanda format ios::uppercase
e. Tanda format keluaran dasar bilangan heksadesimal dan octal
ios::showbase digunakan untuk menampilkan tanda 0x di awal pada tampilan 
bilangan heksadesimal dan 0 di awal pada tampilan bilangan decimal.
f. Tanda format menampilkan titik desimal
ios::showpoint digunakan untuk menampilkan titik desimal pada bilangan 
yang tidak mempunyai titik decimal pada tipe data float atau double.
g. Tanda format menampilkan symbol plus(+)
ios::showpos digunakan untuk menampilkan symbol plus (+) pada variable 

yang memiliki nilai bilangan positif.







MENGENAL MODEL DATA PERINTAH MASUKAN DAN KELUARAN

Praktikum 2 Adellia
Jadi kan Guys Minggu semalam yang kami kerjakan adalah mengenai bilangan data input dan output  dan yang kami kerjakan adalah program di bawah ini.
Tugas Pratikum 2
SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA 
KEMBALI LAGI KE PADA SAYA 
ANTONIUS PURBA ON BLOGGER
Dan disini saya akan membahas tentang tugas pratikum 2
Ok langsung saja ke topik nya
Kuyyyyyy.....


MENGENAL MODEL DATA PERINTAH MASUKAN DAN KELUARAN

A. Mengenal Tipe Data
           Tipe data digunakan untuk mendefenisikan objek data yang akan dimanipulasi dalam sebuah program.

B. Variabel dan Konstanta
            Variabel adalah suatu tempat untuk menampung data. Dalam pemberian nama 
variabel ada ketentuan sebagai berikut :
a. Tidak boleh ada spasi
b. Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika

C. Perintah Keluaran
          Perintah standar output yang disediakan, di antaranya :
1. printf()
fungsi printf() merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi ke layar.
2. puts()
perintah puts() sebenarnya sama dengan printf(), yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar. Puts berasal dari kata PUT STRING.
3. putchar()
perintah putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. 
4. cout()
fungsi cout() merupakan sebuah objek di dalam C++ yang digunakan untuk menampilkan suatu data ke layar. Untuk menggunakan fungsi cout() ini, file header iostream.h harus disertakan.


D. Perintah Masukan
     Perintah standar input yang disediakan, di antaranya :
1. scanf()
fungsi scanf() digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.
2. gets()
fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data string.
3. cin()
fungsi cin() merupakan objek di dalam C++ yang digunakan untuk memasukkan suatu data.
4. getch()
fungsi getch() digunakan untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER dan karakter yang dimasukkan tidak akan ditampilkan di layar.
5. getche()
fungsi getche() digunakan untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER dan karakter yang dimasukkan akan ditampilkan di layar.

Tugas pratikum






Rabu, 18 September 2019

Tugas Adellia

Laporan Praktikum Adellia

                                                                                                        Tanggal 17 September 2019
 
C++

1. Pengenalan Algoritma
              Algoritma adalah langkah langkah secara logis untuk memecahkan suatu masalah. Dalam membuat suatu program, kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang Algoritma. Karena algoritma adalah dasar dalam suatu Pemograman.

2. Pengenalan Turbo C++
               Dalam Pembuatan suatu juga dibutuhkan aplikasi Turbo C++ ini. Jika Kita Sudah Mengerti dasar dari suatu program yang berkaitan dengan Algoritma kita pun harus memiliki aplikasi pendampingnya yaitu Turbo C++. 

3. Langkah langkah praktikum

  • Buka software C++ 4.5
  • Pilih Turbo C++
  • Langkah selanjutnya ada di Praktik Bawah ini.                

Praktik yang kami lakukan pada hari selasa 17 September 2019 adalah dasar program c++ yaitu Sebagai Berikut :

1. Yang pertama buka "Turbo C++"
2. Kemudian buat kode seperti di bawah ini

 #include <iostream.h>
 #include <conio.h>

Void main() {
clrscr();

cout<<" Nim.    : 123456"<<endl;
cout<<" Nama  : Adellia Maharani Tarigan"<<endl;
cout<<"Alamat : Karang Sari"<<endl;
cout<<" Tgll.     : 30-03-02"<<endl;
cout<<" Agama: Islam"<<endl;
getch();
}

3. Setelah itu run/ jalankan program dengan cara
   Tekan ctrl + F9
Nanti akan muncul tampilan seperti :

Nim           : 123456
Nama        : Adellia Maharani Tarigan
Alamat      : Karang Sari
Tgll            : 30 - 03 - 02
Agama.     : Islam
_

Ini ada lah contoh nya



Itu lah yang saya kerjakan pada hari Selasa tanggal 17 September 2019

Fungsi Manipulasi String

DASAR TEORI A. Fungsi Manipulasi String C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan manipulasi string. 1. Fungsi st...