Senin, 25 November 2019

Fungsi Manipulasi String

DASAR TEORI

A. Fungsi Manipulasi String
C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan manipulasi
string.

1. Fungsi strcat()

 Fungsi ini digunakan untuk menambah string sumber ke bagian akhir dari string
tujuan. File header yang digunakan adalah string.h dan ctype.h. Bentuk penulisan :

strcat(tujuan, sumber);

2. Fungsi strcmp()

Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua.
Hasil dari fungsi ini bertipe data integer. File header yang digunakan adalah string.h.
Bentuk penulisan :

var_int = strcmp(str1, str2);

3. Fungsi strcpy()

Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke variabel string tujuan dengan
syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan ukuran yang sama dengan string asal.
File header yang digunakan adalah string.h. Bentuk penulisan :

strcpy(tujuan, asal);

4. Fungsi strlen()

Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string. File
header yang digunakan adalah string.h. Bentuk penulisan :

strlen(str);

5. Fungsi strrev()

Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string. Paling akhir
dipindahkan ke urutan paling depan dan seterusnya. File header yang digunakan adalah
string.h. Bentuk penulisan :

strrev(str);


B. Fungsi Konversi String
C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konversi
string.

1. Fungsi atof()

Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik float. File header yang harus disertakan adalah math.h.

2. Fungsi atoi()

Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik integer. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h.
3. Fungsi atol()

Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik long integer. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h.

4. Fungsi strlwr()

Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital dalam string menjadi
huruf kecil. File header yang harus disertakan adalah string.h. Bentuk penulisan :

strlwr(str);

5. Fungsi strupr()

Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital dalam string menjadi
huruf kapital. File header yang harus disertakan adalah string.h. Bentuk penulisan :

strupr(str);

Senin, 18 November 2019

Array

BAB VIII ARRAY dan

STRING





7.1 Array

   Ilustrasi

 Selama ini kita menggunakan satu variabel untuk menyimpan 1 buah nilai dengantipe data tertentu.   Misalnya :int a1, a2, a3, a4, a5;
           Deklarasi variabel diatas digunakan untuk menyimpan 5 data integer dimana masing masing variabel       diberi  nama a1, a2, a3, a4, dan a5.

 Jika kita memiliki 10 data, 100 data integer bahkan mungkin data yang inginkita proses tidak kita ketahui atau bersifat dinamis? Kita tidak mungkin menggunakan variabel seperti diatas
Di dalam C dan pemrograman yang lain, terdapat suatu fasilitas untuk menyimpandata-data yang bertipe data sama dengan suatu nama tertentu.
Solusi?? Æ Array





                   Array merupakan kumpulan dari nilai-nilai data yang bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama yang sama. Dengan menggunakan array, sejumlah variabel dapat memakai nama yang sama. Letak atau posisi dari elemen array ditunjukkan oleh suatu index. Dilihat dari dimensinya array dapat dibagi menjadi Array dimensi satu, array dimensi dua dan array multi-dimensi.


Bentuk Umum pendeklarasian array :




                        Tipe - Data Nama_Variabel [Ukuran]





Contoh :

int nil[5];


Nilai suatu variabel array dapat juga diinisialisasi secara langsung pada saat deklarasi, misalnya:



int nil[5] = { 1,3,6,12,24 };



Maka di penyimpanan ke dalam array dapat digambarkan sebagai berikut:


                     0                        1                          2                                 3                           4


 nill

 1

3

6

 12

 24



Mengakses nilai array

Untuk mengakses nilai yang terdapat dalam array, mempergunakan sintak:



nama_array[index];



Pada contoh di atas, variabel nil memiliki 5 buah elemen yang masing-masing berisi data. Pengaksesan tiap-tiap elemen data adalah:



                         nil[0]                  nil[1]                            nil[2]                        nil[3]                       nil[4]

 nill















Misal, untuk memberikan nilai 75 pada elemen ke 3, maka pernyataannya adalah:



nil[2] = 75;



atau jika akan memberikan nilai array kepada sebuah variabel a, dapat ditulis:



a = nil[2];





Contoh Penerapan:

Misalkan kita memiliki sekumpulan data ujian seorang siswa, ujian pertama bernilai 90, kemudian 95,78,85. Sekarang kita ingin menyusunnya sebagai suatu data kumpulan ujian seorang siswa. Dalam array kita menyusunnya sebagai berikut:


     ujian[0] = 90;

     ujian[1] = 95;

     ujian[2] = 78;

     ujian[3] = 85;



     Empat pernyataan diatas memberikan nilai kepada array ujian. Tetapi sebelum kita memberikan nilai kepada array, kita harus mendeklarasikannya terlebih dahulu, yaitu :



int ujian[4];



Perhatikan bahwa nilai 4 yang berada didalam tanda kurung menujukkan jumlah elemen larik, bukan menunjukkan elemen larik yang ke-4. Jadi elemen larik ujian dimulai dari angka 0 sampai 3. Pemrogram juga dapat menginisialisasi larik sekaligus mendeklarasikannya, sebagai contoh :



int ujian[4] = {90,95,78,85};





Contoh 1

Contoh 2

Contoh 3

Modifikasi program diatas sehingga user dapat menentukan/menginputkan sendiri jumlah dan nilai datanya!



Array Dua Dimensi

Struktur array yang dibahas di atas, mempunyai satu dimensi, sehingga variabelnya disebut dengan variabel array berdimensi satu. Pada bagian ini, ditunjukkan array berdimensi lebih dari satu, yang sering disebut dengan array berdimensi dua.



 Tipe-Data Nama Variabel [index-1][index-2]







Sering kali digambarkan/dianalogikan sebagai sebuah matriks. dimana indeks

pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom.

ILUSTRASI ARRAY 2 DIMENSI

Gambar array berdimensi (baris x kolom = 3 x 4):



                                                    0                              1                                2                             3

 0

 5

 20

1

 11

 1

 4

 7

 67

 -9

 2

 9

0

 45

3

Contoh 4

Contoh 5








           Dan sampai di situ saja pembahasan di minggu ini , apabila ada salah kata dan ucapan di dalam blog saya , saya mohon maaf

terima kasih sudah mampir ke blog saya


sampai jumpa di minggu selanjutnya

bye

Perintah Perulangan 6

PERINTAH PERULANGAN





DASAR TEORI                                                                                                                                 



A. Pernyataan For

Bentuk umum pernyataan for adalah sebagai berikut :



for(inisialisasi; syarat perulangan; pengubah nilai pencacah){

            pernyataan/perintah;

}







Kegunaan dari masing-masing argumen for di atas adalah :

 Inisialisasi : bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabel￾variabel tertentu
 Syarat pengulangan : memegang kontrol terhadap pengulangan, karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan
 Pengubah nilai pencacah : mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah
1. Penyataan Nested For

Pernyataan nested for adalah suatu perulangan for di dalam perulangan for

lainnya. Bentuk umum pernyataan nested for adalah sebagai berikut :



           for(inisialisasi; syarat perulangan; pengubah nilai pencacah){

                 for(inisialisasi; syarat perulangan; pengubah nilai pencacah){

                         pernyataan/perintah;

         }

}









2. Perulangan tidak berhingga

Perulangan tak berhingga merupakan perulangan yang teru mengulang. Hal ini

terjadi karena kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar loop.



B. Pernyataan Go To

Pernyataan go to merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke

pernyataan yang diawali dengan suatu label. Label merupakan suatu pengenal yang

diikuti dengan tanda titik dua (:). Bentuk pemakaian go to adalah sebagai berikut :



 Goto label;








C. Pernyataan while

Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan

perulangan for. Bentuk perulangan while akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut

dipenuhi. Bentuk umum while :



While (syarat) {

         Perintah

   }







D. Pernyataan do – while

Pernyataan perulangan do while merupakan bentuk perulangan yang

melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan

belakangan. Bentuk umum perulangan do – while :





do {

      Perintah

}

   while (syarat);







  E. Pernyataan break

Pernyataan break berfungsi untuk keluar dari struktur switch, selain itu

pernyataan break juga berfungsi untuk keluar dari perulangan. Jika pernyataan break

dikerjakan maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir

dari badan perulangan.



F. Pernyataan continue

Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses)

berikutnya pada loop yang sama. Dengan kata lain, mengembalikan proses yang sedang

dilaksanakan ke awal loop tanpa menjalankan sisa perintah yang ada dalam loop tersebut.





 LANGKAH-LANGKAH PRATIKUM                                                                                               


A.Lat.601.CPP

B.Lat.602.CPP

C.Lat.603.CPP

D.Lat.604.CPP

E.Lat.605.CPP

F.Lat.606.CPP

G.Lat.607.CPP

H.Lat.608.CPP

Dan sampai di situ saja  praktikum di minggu ke 6 dalam blog ini.Dan jika ada kata kata atau penyampaian saya yang kurang baik,saya minta maaf yang sebesar besar nya 🙏🙏🙏

Tugas praktikum 5

Welcome back to my bloggerrr

Kembali lagi ke pada saya

Adellia Maharani Tarigan on blogger

Dan disini saya akan membahas tentang tugas pratikum Di minggu ke 5



Sebelum kita masuk ke tugas alangkah baiknya kita membahas terlebih dahulu tentang OERASI KONDISI

Ok langsung saja ke pembahasan nya




Lets Gooo.....







5

OPERASI KONDISI





DASAR TEORI



Penyataan percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan di antara beberapa pilihan keputusan yang ada.


A. Pernyataan IF

Pernyataan if mempunyai pengertian “jika kondisi bernilai benar, maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. Bentuk umum

perntaan if adalah sebagai berikut :

          if (kondisi)

                   perintah;





 Pernyataan if-else


Pernyataan if-else mempunyai pengertian “jika kondisi bernilai benar, maka perintah 1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah 2”. Bentuk umum perntaan if-else adalah sebagai berikut :

           if (kondisi)

                    Perintah1;

            else

                     Perintah2;





 Pernyataan Nested if


          Nested if merupakan pernyataan if yang berada di dalam pernyataan if yang lain. Bentuk penulisan pernyataan nested if adalah :

          if (kondisi)

                     if (kondisi)

                                 perintah1;

           else

                     perintah2;

            else

                      if (kondisi)

                                      perintah1;

            else

                     perintah2;



Pernyataan if-else majemuk


Bentuk if-else majemuk sebenarnya mirip dengan nested if. Keuntungan penggunaan if-else majemuk dibanding dengan nested if adalah bentuk penulisannya yang lebih sederhana.

         if (kondisi)

                 Perintah;

          else if (kondisi)

                 Perintah;

          else if (kondisi)

                  Perintah;

           else

                   Perintah;





B. Pernyataan Switch Case

Pernyataan switch-case ini memiliki kegunaan yang sama seperti if-else majemuk, tetapi untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. Bentuk penulisan perintah

ini adalah sebagai berikut :

       switch (ekspresi integer atau karakter) {

       case konstanta1

                Perintah;

                Break;

       case konstanta2

                 Perintah;

                 Break;

                   ............

       Default :

                 Perintah





C. Operator ?:

         Operator ?: disebut dengan conditional operator atau operator kondisi, digunakan untuk menyeleksi nilai untuk mendapatkan hasil dari kondisi yang dseleksi. Bentuk

penulisan :

Ekspresi ? perintah1 : perintah2





LANGKAH-LANGKAH PRAKTIKUM



A.  Lat501.CPP

Untuk menentukan besarnya potongan dari pembelian barang yang diberikan, dengan

kriteria :



Jika total pembelian kurang dari Rp. 150.000, maka potongan yang diterima sebesar 5 % dari total pembelian.
 Jika total pembelian lebih dari atau sama dengan Rp. 150.000, maka potongan yang diterima sebesar 20 % dari total pembelian

B.  Lat502.CPP

       Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para salesman dengan ketentuan

sebagai berikut :

 Bila salesman menjual barang hingga Rp. 200.000, maka diberikan uang jasa sebesar Rp. 25.000 ditambah uang komisi 10% dari pendapatan yang diperoleh  hari itu.


 Bila salesman menjual barang di atas Rp. 200.000, maka diberikan uang jasa sebesar Rp. 40.000 ditambah uang komisi 15% dari pendapatan yang diperoleh  hari itu.


 Bila salesman menjual barang di atas atau sama dengan Rp. 500.000, maka diberikan uang jasa sebesar Rp. 60.000 ditambah uang komisi 20% dari  pendapatan yang diperoleh hari itu.

C. Lat503.CPP

Ketentuan program Lat503 sama dengan ketentuan Lat502

D.  Lat504.CPP

Dan sampai di situ saja  praktikum di minggu ke 5 dalam blog ini.Dan jika ada kata kata atau penyampaian saya yang kurang baik,saya minta maaf yang sebesar besar nya 🙏🙏🙏

Fungsi Manipulasi String

DASAR TEORI A. Fungsi Manipulasi String C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan manipulasi string. 1. Fungsi st...