DASAR TEORI
A. Fungsi Manipulasi String
C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan manipulasi
string.
1. Fungsi strcat()
Fungsi ini digunakan untuk menambah string sumber ke bagian akhir dari string
tujuan. File header yang digunakan adalah string.h dan ctype.h. Bentuk penulisan :
strcat(tujuan, sumber);
2. Fungsi strcmp()
Fungsi ini digunakan untuk membandingkan string pertama dengan string kedua.
Hasil dari fungsi ini bertipe data integer. File header yang digunakan adalah string.h.
Bentuk penulisan :
var_int = strcmp(str1, str2);
3. Fungsi strcpy()
Fungsi ini digunakan untuk menyalin string asal ke variabel string tujuan dengan
syarat string tujuan harus mempunyai tipe data dan ukuran yang sama dengan string asal.
File header yang digunakan adalah string.h. Bentuk penulisan :
strcpy(tujuan, asal);
4. Fungsi strlen()
Fungsi ini digunakan untuk memperoleh banyaknya karakter dalam string. File
header yang digunakan adalah string.h. Bentuk penulisan :
strlen(str);
5. Fungsi strrev()
Fungsi ini digunakan untuk membalik letak urutan pada string. Paling akhir
dipindahkan ke urutan paling depan dan seterusnya. File header yang digunakan adalah
string.h. Bentuk penulisan :
strrev(str);
B. Fungsi Konversi String
C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan konversi
string.
1. Fungsi atof()
Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik float. File header yang harus disertakan adalah math.h.
2. Fungsi atoi()
Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik integer. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h.
3. Fungsi atol()
Fungsi ini digunakan untuk mengubah string (teks) angka menjadi bilangan
numerik long integer. File header yang harus disertakan adalah stdlib.h.
4. Fungsi strlwr()
Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital dalam string menjadi
huruf kecil. File header yang harus disertakan adalah string.h. Bentuk penulisan :
strlwr(str);
5. Fungsi strupr()
Fungsi ini digunakan untuk mengubah setiap huruf kapital dalam string menjadi
huruf kapital. File header yang harus disertakan adalah string.h. Bentuk penulisan :
strupr(str);
Senin, 25 November 2019
Senin, 18 November 2019
Array
BAB VIII ARRAY dan
STRING
7.1 Array
Ilustrasi
Selama ini kita menggunakan satu variabel untuk menyimpan 1 buah nilai dengantipe data tertentu. Misalnya :int a1, a2, a3, a4, a5;
Deklarasi variabel diatas digunakan untuk menyimpan 5 data integer dimana masing masing variabel diberi nama a1, a2, a3, a4, dan a5.
Jika kita memiliki 10 data, 100 data integer bahkan mungkin data yang inginkita proses tidak kita ketahui atau bersifat dinamis? Kita tidak mungkin menggunakan variabel seperti diatas
Di dalam C dan pemrograman yang lain, terdapat suatu fasilitas untuk menyimpandata-data yang bertipe data sama dengan suatu nama tertentu.
Solusi?? Æ Array
Array merupakan kumpulan dari nilai-nilai data yang bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama yang sama. Dengan menggunakan array, sejumlah variabel dapat memakai nama yang sama. Letak atau posisi dari elemen array ditunjukkan oleh suatu index. Dilihat dari dimensinya array dapat dibagi menjadi Array dimensi satu, array dimensi dua dan array multi-dimensi.
Bentuk Umum pendeklarasian array :
Tipe - Data Nama_Variabel [Ukuran]
Contoh :
int nil[5];
Nilai suatu variabel array dapat juga diinisialisasi secara langsung pada saat deklarasi, misalnya:
int nil[5] = { 1,3,6,12,24 };
Maka di penyimpanan ke dalam array dapat digambarkan sebagai berikut:
0 1 2 3 4
nill
1
3
6
12
24
Mengakses nilai array
Untuk mengakses nilai yang terdapat dalam array, mempergunakan sintak:
nama_array[index];
Pada contoh di atas, variabel nil memiliki 5 buah elemen yang masing-masing berisi data. Pengaksesan tiap-tiap elemen data adalah:
nil[0] nil[1] nil[2] nil[3] nil[4]
nill
Misal, untuk memberikan nilai 75 pada elemen ke 3, maka pernyataannya adalah:
nil[2] = 75;
atau jika akan memberikan nilai array kepada sebuah variabel a, dapat ditulis:
a = nil[2];
Contoh Penerapan:
Misalkan kita memiliki sekumpulan data ujian seorang siswa, ujian pertama bernilai 90, kemudian 95,78,85. Sekarang kita ingin menyusunnya sebagai suatu data kumpulan ujian seorang siswa. Dalam array kita menyusunnya sebagai berikut:
ujian[0] = 90;
ujian[1] = 95;
ujian[2] = 78;
ujian[3] = 85;
Empat pernyataan diatas memberikan nilai kepada array ujian. Tetapi sebelum kita memberikan nilai kepada array, kita harus mendeklarasikannya terlebih dahulu, yaitu :
int ujian[4];
Perhatikan bahwa nilai 4 yang berada didalam tanda kurung menujukkan jumlah elemen larik, bukan menunjukkan elemen larik yang ke-4. Jadi elemen larik ujian dimulai dari angka 0 sampai 3. Pemrogram juga dapat menginisialisasi larik sekaligus mendeklarasikannya, sebagai contoh :
int ujian[4] = {90,95,78,85};
Contoh 1
Contoh 2
Contoh 3
Modifikasi program diatas sehingga user dapat menentukan/menginputkan sendiri jumlah dan nilai datanya!
Array Dua Dimensi
Struktur array yang dibahas di atas, mempunyai satu dimensi, sehingga variabelnya disebut dengan variabel array berdimensi satu. Pada bagian ini, ditunjukkan array berdimensi lebih dari satu, yang sering disebut dengan array berdimensi dua.
Tipe-Data Nama Variabel [index-1][index-2]
Sering kali digambarkan/dianalogikan sebagai sebuah matriks. dimana indeks
pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom.
ILUSTRASI ARRAY 2 DIMENSI
Gambar array berdimensi (baris x kolom = 3 x 4):
0 1 2 3
0
5
20
1
11
1
4
7
67
-9
2
9
0
45
3
Contoh 4
Contoh 5
Dan sampai di situ saja pembahasan di minggu ini , apabila ada salah kata dan ucapan di dalam blog saya , saya mohon maaf
terima kasih sudah mampir ke blog saya
sampai jumpa di minggu selanjutnya
bye
STRING
7.1 Array
Ilustrasi
Selama ini kita menggunakan satu variabel untuk menyimpan 1 buah nilai dengantipe data tertentu. Misalnya :int a1, a2, a3, a4, a5;
Deklarasi variabel diatas digunakan untuk menyimpan 5 data integer dimana masing masing variabel diberi nama a1, a2, a3, a4, dan a5.
Jika kita memiliki 10 data, 100 data integer bahkan mungkin data yang inginkita proses tidak kita ketahui atau bersifat dinamis? Kita tidak mungkin menggunakan variabel seperti diatas
Di dalam C dan pemrograman yang lain, terdapat suatu fasilitas untuk menyimpandata-data yang bertipe data sama dengan suatu nama tertentu.
Solusi?? Æ Array
Array merupakan kumpulan dari nilai-nilai data yang bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama yang sama. Dengan menggunakan array, sejumlah variabel dapat memakai nama yang sama. Letak atau posisi dari elemen array ditunjukkan oleh suatu index. Dilihat dari dimensinya array dapat dibagi menjadi Array dimensi satu, array dimensi dua dan array multi-dimensi.
Bentuk Umum pendeklarasian array :
Tipe - Data Nama_Variabel [Ukuran]
Contoh :
int nil[5];
Nilai suatu variabel array dapat juga diinisialisasi secara langsung pada saat deklarasi, misalnya:
int nil[5] = { 1,3,6,12,24 };
Maka di penyimpanan ke dalam array dapat digambarkan sebagai berikut:
0 1 2 3 4
nill
1
3
6
12
24
Mengakses nilai array
Untuk mengakses nilai yang terdapat dalam array, mempergunakan sintak:
nama_array[index];
Pada contoh di atas, variabel nil memiliki 5 buah elemen yang masing-masing berisi data. Pengaksesan tiap-tiap elemen data adalah:
nil[0] nil[1] nil[2] nil[3] nil[4]
nill
Misal, untuk memberikan nilai 75 pada elemen ke 3, maka pernyataannya adalah:
nil[2] = 75;
atau jika akan memberikan nilai array kepada sebuah variabel a, dapat ditulis:
a = nil[2];
Contoh Penerapan:
Misalkan kita memiliki sekumpulan data ujian seorang siswa, ujian pertama bernilai 90, kemudian 95,78,85. Sekarang kita ingin menyusunnya sebagai suatu data kumpulan ujian seorang siswa. Dalam array kita menyusunnya sebagai berikut:
ujian[0] = 90;
ujian[1] = 95;
ujian[2] = 78;
ujian[3] = 85;
Empat pernyataan diatas memberikan nilai kepada array ujian. Tetapi sebelum kita memberikan nilai kepada array, kita harus mendeklarasikannya terlebih dahulu, yaitu :
int ujian[4];
Perhatikan bahwa nilai 4 yang berada didalam tanda kurung menujukkan jumlah elemen larik, bukan menunjukkan elemen larik yang ke-4. Jadi elemen larik ujian dimulai dari angka 0 sampai 3. Pemrogram juga dapat menginisialisasi larik sekaligus mendeklarasikannya, sebagai contoh :
int ujian[4] = {90,95,78,85};
Contoh 1
Contoh 2
Contoh 3
Modifikasi program diatas sehingga user dapat menentukan/menginputkan sendiri jumlah dan nilai datanya!
Array Dua Dimensi
Struktur array yang dibahas di atas, mempunyai satu dimensi, sehingga variabelnya disebut dengan variabel array berdimensi satu. Pada bagian ini, ditunjukkan array berdimensi lebih dari satu, yang sering disebut dengan array berdimensi dua.
Tipe-Data Nama Variabel [index-1][index-2]
Sering kali digambarkan/dianalogikan sebagai sebuah matriks. dimana indeks
pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom.
ILUSTRASI ARRAY 2 DIMENSI
Gambar array berdimensi (baris x kolom = 3 x 4):
0 1 2 3
0
5
20
1
11
1
4
7
67
-9
2
9
0
45
3
Contoh 4
Contoh 5
Dan sampai di situ saja pembahasan di minggu ini , apabila ada salah kata dan ucapan di dalam blog saya , saya mohon maaf
terima kasih sudah mampir ke blog saya
sampai jumpa di minggu selanjutnya
bye
Perintah Perulangan 6
PERINTAH PERULANGAN
DASAR TEORI
A. Pernyataan For
Bentuk umum pernyataan for adalah sebagai berikut :
for(inisialisasi; syarat perulangan; pengubah nilai pencacah){
pernyataan/perintah;
}
Kegunaan dari masing-masing argumen for di atas adalah :
Inisialisasi : bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu
Syarat pengulangan : memegang kontrol terhadap pengulangan, karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan
Pengubah nilai pencacah : mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah
1. Penyataan Nested For
Pernyataan nested for adalah suatu perulangan for di dalam perulangan for
lainnya. Bentuk umum pernyataan nested for adalah sebagai berikut :
for(inisialisasi; syarat perulangan; pengubah nilai pencacah){
for(inisialisasi; syarat perulangan; pengubah nilai pencacah){
pernyataan/perintah;
}
}
2. Perulangan tidak berhingga
Perulangan tak berhingga merupakan perulangan yang teru mengulang. Hal ini
terjadi karena kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar loop.
B. Pernyataan Go To
Pernyataan go to merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke
pernyataan yang diawali dengan suatu label. Label merupakan suatu pengenal yang
diikuti dengan tanda titik dua (:). Bentuk pemakaian go to adalah sebagai berikut :
Goto label;
C. Pernyataan while
Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan
perulangan for. Bentuk perulangan while akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut
dipenuhi. Bentuk umum while :
While (syarat) {
Perintah
}
D. Pernyataan do – while
Pernyataan perulangan do while merupakan bentuk perulangan yang
melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan
belakangan. Bentuk umum perulangan do – while :
do {
Perintah
}
while (syarat);
E. Pernyataan break
Pernyataan break berfungsi untuk keluar dari struktur switch, selain itu
pernyataan break juga berfungsi untuk keluar dari perulangan. Jika pernyataan break
dikerjakan maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir
dari badan perulangan.
F. Pernyataan continue
Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses)
berikutnya pada loop yang sama. Dengan kata lain, mengembalikan proses yang sedang
dilaksanakan ke awal loop tanpa menjalankan sisa perintah yang ada dalam loop tersebut.
LANGKAH-LANGKAH PRATIKUM
A.Lat.601.CPP
B.Lat.602.CPP
C.Lat.603.CPP
D.Lat.604.CPP
E.Lat.605.CPP
F.Lat.606.CPP
G.Lat.607.CPP
H.Lat.608.CPP
Dan sampai di situ saja praktikum di minggu ke 6 dalam blog ini.Dan jika ada kata kata atau penyampaian saya yang kurang baik,saya minta maaf yang sebesar besar nya 🙏🙏🙏
DASAR TEORI
A. Pernyataan For
Bentuk umum pernyataan for adalah sebagai berikut :
for(inisialisasi; syarat perulangan; pengubah nilai pencacah){
pernyataan/perintah;
}
Kegunaan dari masing-masing argumen for di atas adalah :
Inisialisasi : bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabelvariabel tertentu
Syarat pengulangan : memegang kontrol terhadap pengulangan, karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan
Pengubah nilai pencacah : mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah
1. Penyataan Nested For
Pernyataan nested for adalah suatu perulangan for di dalam perulangan for
lainnya. Bentuk umum pernyataan nested for adalah sebagai berikut :
for(inisialisasi; syarat perulangan; pengubah nilai pencacah){
for(inisialisasi; syarat perulangan; pengubah nilai pencacah){
pernyataan/perintah;
}
}
2. Perulangan tidak berhingga
Perulangan tak berhingga merupakan perulangan yang teru mengulang. Hal ini
terjadi karena kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar loop.
B. Pernyataan Go To
Pernyataan go to merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program ke
pernyataan yang diawali dengan suatu label. Label merupakan suatu pengenal yang
diikuti dengan tanda titik dua (:). Bentuk pemakaian go to adalah sebagai berikut :
Goto label;
C. Pernyataan while
Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip dengan
perulangan for. Bentuk perulangan while akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut
dipenuhi. Bentuk umum while :
While (syarat) {
Perintah
}
D. Pernyataan do – while
Pernyataan perulangan do while merupakan bentuk perulangan yang
melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan
belakangan. Bentuk umum perulangan do – while :
do {
Perintah
}
while (syarat);
E. Pernyataan break
Pernyataan break berfungsi untuk keluar dari struktur switch, selain itu
pernyataan break juga berfungsi untuk keluar dari perulangan. Jika pernyataan break
dikerjakan maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir
dari badan perulangan.
F. Pernyataan continue
Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses)
berikutnya pada loop yang sama. Dengan kata lain, mengembalikan proses yang sedang
dilaksanakan ke awal loop tanpa menjalankan sisa perintah yang ada dalam loop tersebut.
LANGKAH-LANGKAH PRATIKUM
A.Lat.601.CPP
B.Lat.602.CPP
C.Lat.603.CPP
D.Lat.604.CPP
E.Lat.605.CPP
F.Lat.606.CPP
G.Lat.607.CPP
H.Lat.608.CPP
Dan sampai di situ saja praktikum di minggu ke 6 dalam blog ini.Dan jika ada kata kata atau penyampaian saya yang kurang baik,saya minta maaf yang sebesar besar nya 🙏🙏🙏
Tugas praktikum 5
Welcome back to my bloggerrr
Kembali lagi ke pada saya
Adellia Maharani Tarigan on blogger
Dan disini saya akan membahas tentang tugas pratikum Di minggu ke 5
Sebelum kita masuk ke tugas alangkah baiknya kita membahas terlebih dahulu tentang OERASI KONDISI
Ok langsung saja ke pembahasan nya
Lets Gooo.....
5
OPERASI KONDISI
DASAR TEORI
Penyataan percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan di antara beberapa pilihan keputusan yang ada.
A. Pernyataan IF
Pernyataan if mempunyai pengertian “jika kondisi bernilai benar, maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. Bentuk umum
perntaan if adalah sebagai berikut :
if (kondisi)
perintah;
Pernyataan if-else
Pernyataan if-else mempunyai pengertian “jika kondisi bernilai benar, maka perintah 1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah 2”. Bentuk umum perntaan if-else adalah sebagai berikut :
if (kondisi)
Perintah1;
else
Perintah2;
Pernyataan Nested if
Nested if merupakan pernyataan if yang berada di dalam pernyataan if yang lain. Bentuk penulisan pernyataan nested if adalah :
if (kondisi)
if (kondisi)
perintah1;
else
perintah2;
else
if (kondisi)
perintah1;
else
perintah2;
Pernyataan if-else majemuk
Bentuk if-else majemuk sebenarnya mirip dengan nested if. Keuntungan penggunaan if-else majemuk dibanding dengan nested if adalah bentuk penulisannya yang lebih sederhana.
if (kondisi)
Perintah;
else if (kondisi)
Perintah;
else if (kondisi)
Perintah;
else
Perintah;
B. Pernyataan Switch Case
Pernyataan switch-case ini memiliki kegunaan yang sama seperti if-else majemuk, tetapi untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. Bentuk penulisan perintah
ini adalah sebagai berikut :
switch (ekspresi integer atau karakter) {
case konstanta1
Perintah;
Break;
case konstanta2
Perintah;
Break;
............
Default :
Perintah
C. Operator ?:
Operator ?: disebut dengan conditional operator atau operator kondisi, digunakan untuk menyeleksi nilai untuk mendapatkan hasil dari kondisi yang dseleksi. Bentuk
penulisan :
Ekspresi ? perintah1 : perintah2
LANGKAH-LANGKAH PRAKTIKUM
A. Lat501.CPP
Untuk menentukan besarnya potongan dari pembelian barang yang diberikan, dengan
kriteria :
Jika total pembelian kurang dari Rp. 150.000, maka potongan yang diterima sebesar 5 % dari total pembelian.
Jika total pembelian lebih dari atau sama dengan Rp. 150.000, maka potongan yang diterima sebesar 20 % dari total pembelian
B. Lat502.CPP
Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para salesman dengan ketentuan
sebagai berikut :
Bila salesman menjual barang hingga Rp. 200.000, maka diberikan uang jasa sebesar Rp. 25.000 ditambah uang komisi 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.
Bila salesman menjual barang di atas Rp. 200.000, maka diberikan uang jasa sebesar Rp. 40.000 ditambah uang komisi 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.
Bila salesman menjual barang di atas atau sama dengan Rp. 500.000, maka diberikan uang jasa sebesar Rp. 60.000 ditambah uang komisi 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.
C. Lat503.CPP
Ketentuan program Lat503 sama dengan ketentuan Lat502
D. Lat504.CPP
Dan sampai di situ saja praktikum di minggu ke 5 dalam blog ini.Dan jika ada kata kata atau penyampaian saya yang kurang baik,saya minta maaf yang sebesar besar nya 🙏🙏🙏
Kembali lagi ke pada saya
Adellia Maharani Tarigan on blogger
Dan disini saya akan membahas tentang tugas pratikum Di minggu ke 5
Sebelum kita masuk ke tugas alangkah baiknya kita membahas terlebih dahulu tentang OERASI KONDISI
Ok langsung saja ke pembahasan nya
Lets Gooo.....
5
OPERASI KONDISI
DASAR TEORI
Penyataan percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan di antara beberapa pilihan keputusan yang ada.
A. Pernyataan IF
Pernyataan if mempunyai pengertian “jika kondisi bernilai benar, maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. Bentuk umum
perntaan if adalah sebagai berikut :
if (kondisi)
perintah;
Pernyataan if-else
Pernyataan if-else mempunyai pengertian “jika kondisi bernilai benar, maka perintah 1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah 2”. Bentuk umum perntaan if-else adalah sebagai berikut :
if (kondisi)
Perintah1;
else
Perintah2;
Pernyataan Nested if
Nested if merupakan pernyataan if yang berada di dalam pernyataan if yang lain. Bentuk penulisan pernyataan nested if adalah :
if (kondisi)
if (kondisi)
perintah1;
else
perintah2;
else
if (kondisi)
perintah1;
else
perintah2;
Pernyataan if-else majemuk
Bentuk if-else majemuk sebenarnya mirip dengan nested if. Keuntungan penggunaan if-else majemuk dibanding dengan nested if adalah bentuk penulisannya yang lebih sederhana.
if (kondisi)
Perintah;
else if (kondisi)
Perintah;
else if (kondisi)
Perintah;
else
Perintah;
B. Pernyataan Switch Case
Pernyataan switch-case ini memiliki kegunaan yang sama seperti if-else majemuk, tetapi untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. Bentuk penulisan perintah
ini adalah sebagai berikut :
switch (ekspresi integer atau karakter) {
case konstanta1
Perintah;
Break;
case konstanta2
Perintah;
Break;
............
Default :
Perintah
C. Operator ?:
Operator ?: disebut dengan conditional operator atau operator kondisi, digunakan untuk menyeleksi nilai untuk mendapatkan hasil dari kondisi yang dseleksi. Bentuk
penulisan :
Ekspresi ? perintah1 : perintah2
LANGKAH-LANGKAH PRAKTIKUM
A. Lat501.CPP
Untuk menentukan besarnya potongan dari pembelian barang yang diberikan, dengan
kriteria :
Jika total pembelian kurang dari Rp. 150.000, maka potongan yang diterima sebesar 5 % dari total pembelian.
Jika total pembelian lebih dari atau sama dengan Rp. 150.000, maka potongan yang diterima sebesar 20 % dari total pembelian
B. Lat502.CPP
Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para salesman dengan ketentuan
sebagai berikut :
Bila salesman menjual barang hingga Rp. 200.000, maka diberikan uang jasa sebesar Rp. 25.000 ditambah uang komisi 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.
Bila salesman menjual barang di atas Rp. 200.000, maka diberikan uang jasa sebesar Rp. 40.000 ditambah uang komisi 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.
Bila salesman menjual barang di atas atau sama dengan Rp. 500.000, maka diberikan uang jasa sebesar Rp. 60.000 ditambah uang komisi 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.
C. Lat503.CPP
Ketentuan program Lat503 sama dengan ketentuan Lat502
D. Lat504.CPP
Dan sampai di situ saja praktikum di minggu ke 5 dalam blog ini.Dan jika ada kata kata atau penyampaian saya yang kurang baik,saya minta maaf yang sebesar besar nya 🙏🙏🙏
Langganan:
Komentar (Atom)
Fungsi Manipulasi String
DASAR TEORI A. Fungsi Manipulasi String C++ menyediakan beberapa fungsi yang digunakan untuk keperluan manipulasi string. 1. Fungsi st...
-
Welcome back to my bloggerrr Kembali lagi ke pada saya Adellia Maharani Tarigan on blogger Dan disini saya akan membahas tentang tugas...